Merakit Istri

Ada rahasia kecil yang ingin saya ungkapkan: saya belum pernah merakit komputer sendiri! Padahal saya ini adalah orang IT. Saya selalu menyerahkan kepada orang lain merakitkan komputer untuk saya. Yah, walaupun sebenarnya kalau tidak ada orang yang mau membantu, saya yakin 100% bisa merakit komputer sendiri. He he he.

Merakit komputer ada seninya tersendiri. Kita terlebih dulu menentukan kriterianya. Untuk keperluan apa, berapa kebutuhan kapasitas penyimpanan, berapa kebutuhan kemampuan pemrosesan data, aksesoris tambahan apa yang harus ada, dan sebagainya. Setelah punya kriteria, tinggal menentukan merek komponen yang sesuai dengan kriteria kita. Misalnya, untuk hardisk pakai Seagate, untuk RAM pakai Visipro, monitor pakai LG, speaker pakai simbadda, dan sebagainya.

Hampir mirip dengan itu, rasanya juga ingin bisa merakit sendiri istri idaman. Kriteria kita tentukan. Mulai dari fisik sampai non fisik. Mulai dari masa lalunya sampai kemungkinan masa depannya. Rasanya ingin bebas merakit: fisik merek si A, kecerdasan merek si B, kepribadian merek si C, kedalaman agama merek si D, dan seterusnya. Untuk orang yg berorientasi fisik semata, mungkin bisa lebih detail lagi: hidung merek si F, mata merek si G, tangan merek si H, dst. Wuih, sampai segitunya ya? 😛

Saya pernah mendengar sepintas seorang artis perempuan menyatakan kriteria suaminya: yang setampan Nabi Yusuf, sekaya Nabi Sulaiman, sebaik Nabi Muhammad. Busyet! tiga nabi mau dirakit jadi satu!

Kenyataannya, istri bukanlah komputer. Adalah suatu hil yang mustahal untuk bisa merakit orang. Manusia itu sudah built up, sudah dari pabriknya begitu, tidak bisa saling mempertukarkan satu komponen dan karakter antar manusia kecuali di film-film. Si A punya kelebihan di sisi satu tapi punya kekurangan di sisi lainnya. Si B, si C, si D semuanya begitu. Bahkan saat mereka dikumpulkan jadi satu pun tidak lantas bisa menghasilkan manusia yang merupakan kombinasi semua kebaikan masing-masing.

Adalah penting bagi yang mencari istri sempurna untuk mengambil cermin dan melihat kenyataan bahwa dirinya juga jauh dari sempurna. Nobody is perfect. Maka kemudian mencari istri yang bisa saling cocok, yang klik kalau pakai istilah sekarang. Selalu timbul pertanyaan baru dari jawaban yang ada. Mengapa sekarang bisa cocok, apakah nanti akan bisa cocok selamanya? Kita akan selalu bingung menentukan kalau begini.

Saya sendiri saat ini percaya pada mekanisme istikhoroh, yang merupakan saluran langsung hamba biasa untuk berkomunikasi dengan tuhannya. Kemampuan indra kita terbatas, tidak bisa menjangkau rahasia tersembunyi dan menembus masa depan. Saya kadang sudah tidak begitu percaya pada pandangan mata, pendengaran telinga, ataupun logika otak sendiri.

Ok, bagi para bujangan yang ingin segera menikah tapi masih punya masalah dengan kemantapan hati, ayo segera buat daftar orang-orang, dan segera tanyakan pada tuhan.

# berasa kayak monolog aja… 😛

3 thoughts on “Merakit Istri”

  1. Dan akhirnya, akulah yang jadi istrimu Malaikatku….Mengalahkan puluhan puteri-puteri Kyai dan para penghafal Qur’an yang melamarmu dan kau tolak…!!! Beruntung sekali aku, satu-satunya yang kau lamar…hehehe…:)))))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.