« Older Entries Newer Entries » Subscribe to Latest Posts

16 Aug 2008

Kisah temen bernama ****** dari Jawa Tengah

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. 2 Comments

Seorang mahasiswa semester satu (1) yang baru saja duduk di bangku PTN ternama di Jakarta mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya di desa nun jauh di pelosok Jawa Tengah. Begini isi suratnya:

“Bapak dan Ibu, alhamdulillah, saat ini saya sudah mulai kuliah di Jakarta. Kuliahnya dari pagi sampai siang. Teman-temanku di sini baik-baik, malah banyak juga yang berasal dari daerah. Saya juga sudah kost, biayanya agak mahal per bulan. Oh ya, Bapak dan Ibu, nilai IP saya semester satu (1) ini sudah keluar, yaitu 3,5. Doakan saya semoga kerasan tinggal di Jakarta”. Read the rest of this entry »

5 Jul 2008

Menggunakan “secara” secara baik dan benar

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. 1 Comment

Di televisi, seorang pria yang menganggap dirinya cantik ditanya oleh pria lain yang juga lemah gemulai, “Kok dari tadi senyum terus sih?”, kemudian dijawab, “Secara gue ini artis. Secara gitu loh…”.

Kata “secara” dalam setahun ini sering sekali terdengar secara aneh. Tak jarang kita jumpai para artis penghias (atau kadang perusak) layar kaca hingga ABG di halte bus kota mengulang-ulang “secara” untuk mengawali potongan-potongan kalimatnya. Read the rest of this entry »

17 Feb 2008

Protected: Memberi Nama Seekor Kucing

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


4 Feb 2008

Protected: نانسي عجرم – الدنيا حلوة

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


21 Jan 2008

saleem dan saleem

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. No Comments

Yang manakah sebenarnya Saleem yang asli? Yang http://profiles.friendster.com/53278683 ataukah yang http://profiles.friendster.com/34267988? Atau dua-duanya? Atau bukan salah satupun dari keduanya?

Mengapa ada 2 Saleem menjadi temanku di friendster ini?

Hanya Saleem yang tahu….

Hallo, Mustafa? Bagaimana menurutmu? Lagi pula, apa bener itu Mustafa?

Yah…. seperti pada catatan saya sebelumnya… memang internet adalah ruang remang-remang yang dipenuhi oleh para peserta pesta topeng….

bentar… saya mau pakai topeng dulu…. eh ternyata muka saya emang topeng.. kayak tukul aja… :P

wes emboh karepe piye tulisan iki yo ra roh…..

mulai ngantuk nih….

zzzzzzzzzzzzzzzzzzz…………
………………….
………..

.

16 Nov 2007

Yang pelupa dan yang lebih parah

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. 2 Comments

Dasar pikun! Lagi-lagi lupa…. sebentar-sebentar lupa, lupa kok cuma sebentar? (he he he, niru gayanya pelawak isak sumantri “ngelantur” dari surabaya).

Ternyata memang saya ini orangnya pelupa. Saat ini saya lagi searching dalam lipatan-lipatan otak saya, siapa nama seorang teman yg sedang saya butuhkan sekarang untuk sebuah urusan. Saya tahu pasti orangnya, tapi kok secara tiba-tiba lupa namanya…. Read the rest of this entry »

16 Nov 2007

Protected: حبيبى يا نور العين

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


10 Nov 2007

Loh, kok telanjang?

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. 1 Comment

Sudah menjadi titah naluri, setiap idul fitri menjelang, orang (Islam Indonesia) berbondong-bondong pulang kampung. Banyak dari mereka yang memaksakan diri dengan cara apapun untuk bisa sampai kampung halamannya. Maka tak heran jika gerbong kereta ekonomi menjadi penuh sesak, bahkan di toiletnya pun orang rela berjubel. Saya jadi teringat pertama kali pulang kampung dari jakarta naik kereta. {wfffhhh….. masuk gerbong berebut, tidak dapat tempat duduk, akhirnya mendapat tempat untuk menaruh badan di deket toilet, tidak bisa mengambil posisi duduk, kalaupun setelah sekian lama bisa duduk malah jadi susah berdiri}.

Banyak alasan orang untuk pulang kampung. Di antaranya adalah (1) Rindu orang-orang di kampung (2) Nostalgia dan reuni (3) Aktualisasi diri atas kesuksesan di kota (4) Tidak tahan dengan kekejaman kota (5) Refreshing dari kepenatan kerja (6) Takut kesepian di kota karena yang lain pada pulang kampung.

Seperti biasa, semakin lama terpisah, semakin terasa hangat dan dekat saat bersama lagi dengan keluarga di kampung. Bapak yang semakin bijaksana dan sufi, ibu yang semakin perhatian dan sabar, kakak yang semakin bahagia, adik2 ada yang sudah besar ada juga yang masih kecil yang lucu, keponakan yang juga lucu2…. Inilah magnet yang begitu kuat menarik saya sehingga betah di kampung hampir tiga minggu.

Saya pulang bersama istri saya yang telah tiga tahun ini setia mendampingi, Siti Laptop NEC Versa S900. Entahlah, walaupun sudah tahu bahwa tidak mungkin melakukan sesuatu yang produktif dengan membawa laptop ke kampung, tapi tanpa laptop di sisi saya rasanya ada yang kurang. Waktu di kampung bakalan habis untuk melakukan aktifitas keluarga dan sosial lainnya. Akhirnya tiga minggu tersebut laptop saya hanya terpakai sebentar untuk memutar musik saja, dan membuka internet sebentar-sebentar.

Bagi orang kampung saya, lagu seperti "magadir", "habibi ya nur aini", "salam min baid", dll merupakan lagu yang sudah akrab di telinga karena sering diputar saat hajatan pernikahan, peringatan maulud nabi, pengajian-pengajian agama. Lagu-lagu yang berbahasa arab tersebut telah menjadi "lagu relijius". Ketika laptop saya memutar lagu-lagu tersebut yang kebetulan ada video klipnya, ibu saya langsung berkomentar: "Kok isinya orang telanjang?". Nah loh!

Bagi ibu saya yang hanya mendengar lagu2 tersebut dari kaset, ketika melihat video klipnya dengan panari latar yang tanpa kerudung dan membiarkan seluruh lengannya terbuka, mungkin terjadi benturan asumsi dan kenyataan. Ternyata lagu2 yang selama ini mengiringi aktifitas keagamaan hanyalah lagu biasa yang kebetulan berbahasa arab, tiada beda dengan lagunya Agnes Monica atau Mulan Kwok. Sehingga dengan standar ibuku, video itu dianggap berisi orang telanjang. Ya Allah yang Maha Suci, mohon lindungi terus ibuku.

Islam bukanlah arab! Arab bukanlah islam! Saya sangat menggemari lagu2 arab bukan karena saya orang islam, tapi karena saya memang menyukai iramanya. Saya menyukai lagu2 yang dinyanyikan Nawal Al Zoghbi, Nancy Ajram, Najwa Karam, dll bukan berarti keislaman yang mereka bawa, dan bahkan saya juga tidak tahu pasti apakah mereka islam atau bukan.

Maka budaya arab bukan serta merta menjadi budaya islam. Seperti halnya wacana wajib tidaknya jilbab. Bagi para perempuan muslimah, saya sih menyarankan dengan sangat agar memakai jilbab. Tapi kalau ada yang mengintimidasi anda agar memakai jilbab, suruh cuci dulu otaknya. Jilbab adalah refleksi kesadaran diri akan  Tuhan. Saya sering miris melihat kenyataan bahwa jilbab bagi beberapa orang hanya menjadi cover kebusukan akhlak. Pakailah jilbab karena Tuhan, wahai orang2 ruwet! Saya sendiri sampai kapanpun menolak untuk memakai jilbab. Ha ha ha.

#iqbal / lebih suka wanita berjilbab

9 Nov 2007

Protected: Oul Tany Keda (Nancy Ajram)

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


9 Nov 2007

Protected: Aadi (Nawal Al Zoghbi)

Posted by M. Iqbal Saryuddin A.. Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below: