Ekonom dan Akuntan yang Makan Katak

Seorang ekonom dan akuntan berjalan melewati sebuah rawa yang besar. Mereka melihat seekor katak di lumpur. Ekonom secara spontan mengatakan: “Jika Anda makan katak, aku akan memberimu $20.000!”

Akuntan berfikir sebentar, lalu makan katak itu, jadi dia mendapatkan uang taruhan tadi. Mereka melanjutkan perjalanan sepanjang rawa tadi. Beberapa saat kemudian akuntan tadi mengatakan: “Sekarang, jika Anda makan kodok ini saya akan memberikan Anda $20.000.”

Setelah mengevaluasi usulan tersebut ekonom langsung makan katak dan mendapatkan uang.

Mereka mulai berjalan lagi dan akuntan mulai berpikir, “Dengar, kita berdua memiliki jumlah uang yang sama kita miliki sebelumnya, tapi kita berdua makan kodok aku tidak melihat bahwa kondisi kita menjadi lebih baik…”

Ekonom: “Yah, itu benar, tetapi Anda mengabaikan fakta bahwa kita sudah terlibat dalam perdagangan senilai $40.000!”

.

Sumber: ketawa.com

Website sampai hari ini (tulisan ngalor ngidul khusus untuk peluncuran NGINXMP – Engine X, MYSQL, and PHP – untuk windows)

Seiring penggunaan internet yang semakin masif, aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya juga ikut berkembang serta berevolusi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkait, kebutuhan dan prilaku penggunanya. Teknologi terasa berlari dan kita terbirit-birit mengikutinya berusaha beradaptasi dengan perubahan. Begitu banyak teknologi (komputer) yang telah menjadi kenangan misalnya bahasa pemrograman cobol yang dulu berjaya sekarang telah menjadi cobolsaurus. Begitupun dengan internet dimana web merupakan basis aplikasi yang paling banyak berjalan.

Tahun 1990-an, orang membuat website kebanyakan hanya menggunakan HTML biasa untuk memenuhi kebutuhan publikasi yang cenderung statis, karena mempelajari CGI merupakan sebuah usaha yang tidak mudah bagi kebanyakan orang (termasuk saya, hehehe). Kemudian lahirlah bahasa interpreter seperti PHP yang kemudian diikuti oleh ASP yang lebih mudah dicerna oleh orang awam seperti saya. Mulai bermunculanlah situs-situs web yang menjadi dinamis karena isinya sudah dikelola dengan menggunakan database. Dewasa ini, bahasa pemgograman berbasis web sangat banyak: PHP, ASP, JSP, CFM, Perl, Phyton, dan lain-lain.

Kalau dulu pengunjung website hanya menerima informasi dari pemilik website, pada perkembangan berikutnya, web bisa mengakomodasi kolaborasi, interaksi yang lebih masif, dan menjadikan pengguna sebagai penggerak website. Contoh paling nyata adalah facebook, dimana hampir sebagian besar isinya dibuat oleh pengguna dan aplikasi pihak ketiga. Konsekuensinya adalah dibutuhkannya infrasruktur yang memadai untuk melayani lalu lintas informasi yang begitu banyak.

Berbicara infrastruktur tentu banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan: teknologi (hardware, software, bandwidth, clustering, security system, dll), orang, biaya, prosedur dan prosesnya. Namun pada kali ini saya hanya ingin membahas sebagian kecil dari infrastruktur pendukung berjalannya aplikasi berbasis web, yaitu: web server.

Ada banyak sekali web server software di dunia ini, baik yang opensource maupun yang closedsource, baik yang gratis maupun berbayar (opensource bukan berarti free loh, ntar dimarahin sama stallman dari Free Software Foundation, hehehe). Dan yang paling banyak dipakai sampai hari ini adalah Apache karena banyak orang dengan suka rela mem-bundle-nya dalam paket-paket yang mudah digunakan bahkan tinggal pakai. Namun dengan keterbatasan hardware resource, apache tidak cocok digunakan untuk situs dengan lalu lintas padat. Cara kerjanya yang selalu membuat instance baru setiap ada koneksi baru bisa membuat penggunaan memori jadi membengkak. Response time dari Apache yang standar juga tidak cocok untuk situs dengan tingkat interaksi pengguna yang tinggi. Memaksakan diri menggunakan Apache untuk situs seperti tersebut, akan berkonsekuensi pada pembengkakan biaya.

Bagi pemilik situs yang trafficnya tinggi, atau yang ingin penggunaan resource komputer yang minimal dengan response time yang minimal, ada alternatif web server yaitu NGINX alias Engine X (http://www.nginx.net). Ada beberapa web server yang mempunyai performa mirip seperti lighthttp, tornado (dikembangkan oleh facebook), cherokee, dsb. Namun, saya lebih suka NGINX karena kemudahannya (setidaknya bagi saya). Situs-situs besar di Indonesia seperti detik.com dan kaskus.us juga menggunakan NGINX.

NGINX bisa berjalan di *NIX maupun windows. Ada banyak tutorial instalasi NGINX di internet. Namun bagi pemula, mungkin saja masih membingungkan, terutama saat mengintegrasikan dengan PHP dan MYSQL. Untuk keperluan development, saya termasuk orang yang sudah nyaman dengan paket yang sudah all in one seperti XAMPP yang langsung bisa jalan di windows. Tinggal download, extract, jalankan, langsung bisa bekerja membuat aplikasi. Untuk membantu temen-temen yang ingin kepraktisan, saya membuat proyek baru bernama NGINXMP (http://sourceforge.net/projects/nginxmp/).

Sebenarnya tidak banyak yang saya lakukan dalam proyek tersebut. Saya hanya menggabungkan NGINX, MYSQL, dan PHP dalam satu paket yang bisa langsung jalan. Saya yakin banyak orang yang bisa install ketiga distribusi software tersebut, karena memang sudah ada petunjuknya. Tapi, jika ingin kepraktisan dan kemudahan, silahkan dicoba paket yang saya buat. Suitable for development purpose.  🙂

Menjadikan Gus Dur Pahlawan Nasional

gus dur
sumber foto: www.gusdur.net

Sesaat setelah berita wafatnya Gus Dur saya terima dari adik saya yang menjadi santri di Ciganjur, seorang teman dari NU meminta saya untuk menginisiasi sebuah group di facebook mendukung Gus Dur menjadi pahlawan nasional. Sebagai pengagum pemikiran dan kiprah beliau, saya tentunya setuju dengan ide tersebut. Namun saya mengatakan tidak mau membuat group tersebut, tapi saya siap join di group tersebut jika dibentuk. Saya jadi ingat saat dulu ada wanita (yang sekarang menjadi istri saya) menyuruh saya untuk membuat group SMA 2 Kediri. Saya tidak membuatnya. Akhirnya dia sendiri yang membuat group yang sekarang telah diisi sekitar 2000 member tersebut. Dan, tentu saja saya ikut join. Hehehe.

Ada beberapa alasan saya tidak bersedia membuat group mendukung menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Selain saya merasa tidak pantas menginisiasi tugas mulia tersebut, apalagi harus menjadi juru bicara jika ada media yang menanyakan seperti inisiator koin untuk prita (ah, kejauhan kali mikirnya, hehehe), ada sesuatu yang agak mengganjal di pikiran saya. Continue reading “Menjadikan Gus Dur Pahlawan Nasional”

Wapres Usul Menara Masjid Disewakan ke Perusahaan Ponsel

Judul di atas saya salin dari berita yang dipublikasikan oleh detikinet.com. Berikut ini intinya yang ada di paragraf pertama:

Jakarta – Masjid-masjid di Indonesia yang memiliki menara di atas 30 meter sebaiknya tidak hanya mengandalkan kotak amal sebagai sumber dananya. Masjid bisa memanfaatkan menaranya untuk disewakan kepada perusahaan telepon seluler.

Menurut saya, itu adalah ide yang cerdas. Idenya sederhana tapi praktis, efektif dan workable, tidak mengawang-awang jauh dari bumi realita. Ide semacam itu memang tak lepas dari latar belakang Jusuf Kalla yang sebagai pengusaha, yang lebih suka melaksanakan hal-hal praktis dan taktis di lapangan. Maka tak heran jika ada yang menyebutnya “the real president“. Continue reading “Wapres Usul Menara Masjid Disewakan ke Perusahaan Ponsel”

Dan PKS pun Menyambut Hari Valentine

Menarik membaca berita dari okezone yang berjudul “PKS Rayakan Valentine untuk Jaring Pemilih Pemula“. Yah, nampaknya PKS sudah mulai berubah, atau setidaknya bergeser dari doktrin yang dibenamkan ke jamaahnya ke ranah baru yang dalam beberapa hal bertolak belakang. Di level jamaah, penolakan pemikiran tokoh pluralis seperti Gus Dur ataupun Nurkholis Majid sangat kuat sehingga dengan berlebihan juga menolak tokohnya. Bahkan, beberapa orang berkeyakinan bahwa tokoh-tokoh seperti itu telah kafir, keluar dari islam. Tapi dalam sebuah konggres di Bali, presiden PKS dengan lantang menyatakan bahwa PKS adalah partai pluralis. Continue reading “Dan PKS pun Menyambut Hari Valentine”

Tukang Parkir yang Mengesankan

Baru pulang dari daerah Tebet. Naik Sepeda Motor. Habis ketemu temen lama.

Dulu sebenarnya beberapa kali ke tempat itu, tapi kok agak lupa. Soalnya biasanya naik mobil dan ada navigatornya. Ini tadi harus nanya beberapa kali ke orang. Bener juga kata pepatah “Malu bertanya, gak jadi bertanya”. 😛

Seperti biasanya, kalau bertanya tentang arah suatu tempat, saya mengakhirinya dengan ucapan terima kasih. Dan seperti biasanya juga, pemberi informasi akan menjawab “sama-sama”, “ok”, “ya mas”, atau hanya tersenyum dan mengangguk. Tapi tadi itu agak antik, salah satu rasi bintang penunjuk arahku, seorang tukang parkir, menjawab “sama-sama mas, ati-ati di jalan ya…”.

Ya, sebuah jawaban yang tidak biasa dilontarkan kepada orang seperti saya yang tidak dikenalnya, hanya numpang lewat, dan mungkin hanya mengganggu saja. Sebuah jawaban yang mengalir dari hati yang tulus dan penuh empati. Itu bisa dirasakan, karena kata-kata manis yang hanya keluar begitu saja dari mulut juga akan hanya didengar begitu saja oleh telinga. Kata-kata yang bersumber dari hulu hati, akan sampai di hilir hati pendengarnya.

Terima kasih kepada bapak yang tidak saya tahu namanya. Semoga dengan memnunjukkan jalan kepadaku tadi, panjenengan selalu diberi putunjuk oleh tuhan, terang benderang jalur panjenengan menuju surga kelak. Amin.

Kisah Perempuan Tua yang Naik Haji

Sahabat, saya ingin meneruskan sebuah kisah yang saya dapatkan dari kakak ipar saya. Ini adalah kisah nyata (konon, kata sumber cerita) yang hanya beredar di kalangan terbatas. Demi melihat integritas dan kualitas kakak ipar saya, maka saya bisa mengatakan bahwa tingkat kebenaran kisah ini di atas 90%.

Ini adalah sebuah kisah tentang tekad, ketekunan, keikhlasan, dan semangat seorang perempuan tua dari Jawa Timur yang ingin pergi ke baitulLah. Semenjak masih remaja, beliau sudah bertekad ingin pergi haji. Maka dengan bekerja sebagai penjual gorengan, sejak jaman kemerdekaan RI beliau menabung sedikit demi sedikit setiap hari. Continue reading “Kisah Perempuan Tua yang Naik Haji”