26 Jan 2009
« Older Entries Newer Entries » Subscribe to Latest Posts
6 Jan 2009
Tukang Parkir yang Mengesankan
Baru pulang dari daerah Tebet. Naik Sepeda Motor. Habis ketemu temen lama.
Dulu sebenarnya beberapa kali ke tempat itu, tapi kok agak lupa. Soalnya biasanya naik mobil dan ada navigatornya. Ini tadi harus nanya beberapa kali ke orang. Bener juga kata pepatah “Malu bertanya, gak jadi bertanya”.
Seperti biasanya, kalau bertanya tentang arah suatu tempat, saya mengakhirinya dengan ucapan terima kasih. Dan seperti biasanya juga, pemberi informasi akan menjawab “sama-sama”, “ok”, “ya mas”, atau hanya tersenyum dan mengangguk. Tapi tadi itu agak antik, salah satu rasi bintang penunjuk arahku, seorang tukang parkir, menjawab “sama-sama mas, ati-ati di jalan ya…”.
Ya, sebuah jawaban yang tidak biasa dilontarkan kepada orang seperti saya yang tidak dikenalnya, hanya numpang lewat, dan mungkin hanya mengganggu saja. Sebuah jawaban yang mengalir dari hati yang tulus dan penuh empati. Itu bisa dirasakan, karena kata-kata manis yang hanya keluar begitu saja dari mulut juga akan hanya didengar begitu saja oleh telinga. Kata-kata yang bersumber dari hulu hati, akan sampai di hilir hati pendengarnya.
Terima kasih kepada bapak yang tidak saya tahu namanya. Semoga dengan memnunjukkan jalan kepadaku tadi, panjenengan selalu diberi putunjuk oleh tuhan, terang benderang jalur panjenengan menuju surga kelak. Amin.
4 Jan 2009
Merakit Istri
Ada rahasia kecil yang ingin saya ungkapkan: saya belum pernah merakit komputer sendiri! Padahal saya ini adalah orang IT. Saya selalu menyerahkan kepada orang lain merakitkan komputer untuk saya. Yah, walaupun sebenarnya kalau tidak ada orang yang mau membantu, saya yakin 100% bisa merakit komputer sendiri. He he he. Read the rest of this entry »
2 Jan 2009
Kisah Perempuan Tua yang Naik Haji
Sahabat, saya ingin meneruskan sebuah kisah yang saya dapatkan dari kakak ipar saya. Ini adalah kisah nyata (konon, kata sumber cerita) yang hanya beredar di kalangan terbatas. Demi melihat integritas dan kualitas kakak ipar saya, maka saya bisa mengatakan bahwa tingkat kebenaran kisah ini di atas 90%.
Ini adalah sebuah kisah tentang tekad, ketekunan, keikhlasan, dan semangat seorang perempuan tua dari Jawa Timur yang ingin pergi ke baitulLah. Semenjak masih remaja, beliau sudah bertekad ingin pergi haji. Maka dengan bekerja sebagai penjual gorengan, sejak jaman kemerdekaan RI beliau menabung sedikit demi sedikit setiap hari. Read the rest of this entry »
20 Dec 2008
Nguping Jakarta
Anak: “Ma, kemarin kenapa rumah kita kena banjir ya?”
Mama: “Iya, katanya bendungan deket-deket sini dibuka, jadi airnya meluap ke kita…”
Anak: “Oh, jadinya harus digimanain?”
Mama: “Gak tau deh, kayanya harus diilangin aja bendungannya, jadi gak banjir lagi…”
Didengar oleh si anak yang kagum atas logika ibu tercinta.
Posted by Nguping Jakarta at 6:08 PM 5 comments
——————————————————————————————————————————
Itu tadi adalah cuplikan perbincangan absurd yang disuguhkan oleh sebuah blog bernama Nguping Jakarta (http://ngupingjakarta.blogspot.com). Blog yang terispirasi oleh “Overheard in New York” itu menampung banyak pengalaman nyata dari orang-orang yang mendengar hal-hal lucu di Jakarta mulai dari kesleo lidah sampai kesleo otak.
Pertama saya membuka blog tersebut, dengan membayangkan berada pada tempat kejadian perkara, langsung ketawa terus sampai baris akhir. Langsung aja saya bookmark alamatnya.
20 Dec 2008
Koran tanpa Kertas
Salah seorang teman yang kini mengelola sebuah media cetak mengeluhkan semakin tingginya biaya produksi terutama kertas. Kertas, yang terbuat dari kayu itu, semakin mahal konon karena bergandengan tangan dengan nilai mata uang asing. Selain itu, jumlah pohon yang ditanam kembali dan kecepatan tumbuhnya tak bisa berpacu dengan jumlah dan kecepatan penebangan hutan. Jika konsumsi kertas yang terus meningkat ini tidak kendalikan, maka bisa-bisa suatu saat Tarzan tidak akan punya lagi ayunan, bumi makin panas, es mencair, pulau tenggelam, dan manusia harus berevolusi jadi ikan! Read the rest of this entry »
20 Dec 2008
Membuat Software MLM (Multi Level Marketing)
Sebelumnya saya mengatakan pada blog ini bahwa saya tidak akan mau menjadi anggota MLM. Tapi saya pernah membuat software untuk sebuah perusahaan yang menerapkan sistem MLM. Saya merasa seperti seorang empu pembuat keris tapi tidak mau menggunakannya karena takut salah tikam.
Software yang saya buat bisa membantu perusahaan dalam mengurai keruwetan administrasi jenjang dan arus uang dalam MLM. Software tersebut juga bisa menyediakan mekanisme pelaporan yang transparan bagi anggotanya. Anggota bisa mengecek berbagai hal yang terkait engan aktifitasnya melalui sebuah website dan via SMS ke nomor premium 9696. Read the rest of this entry »
19 Dec 2008
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” – Arai
Baru saja membaca buku Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang merupakan bagian dari tetralogi Laskar Pelangi.
Edensor juga sudah kubaca, Maryamah Karpov baru separuh… eh… diambil sama yang punya… Sadis!
# gak modal banget sih si iqbal!
# yang penting kan bukan hak milik, tapi hak pakai
19 Dec 2008
Network Marketing
Sering kali orang bertanya kepada saya tentang Network Marketing. Mulai dari aspek hukumnya menurut islam, prospek dan model bisnisnya, hingga yang hanya berpura-pura bertanya dengan tujuan utama merekrut saya. He he he. Melalui tulisan ini saya mencoba mengutarakan pandangan saya tentang Network Marketing seobyektif mungkin, berdasarkan pengalaman saya sendiri yang pernah mengikuti program-program seperti itu serta kisah-kisah yang saya dengar dari orang lain. Read the rest of this entry »
3 Oct 2008
Siapa yang harus disalahkan?
Suatu hari Nasrudin dari istrinya pulang dan mendapati rumah mereka telah dimasuki pencuri. Segala sesuatu yang berguna dibawa kabur sang pencuri.
“Ini semua salahmu.” kata istrinya, “karena kamu selalu merasa yakin bahwa pintu rumah sudah terkunci sebelum kita pergi”.
Para tetangga juga turut berkomentar: “Kamu sih tidak mengunci pintu-pintu”, ujar seorang tetangga.
“Heran. Kenapa kamu tidak membayangkan apa yang bakal terjadi?” ujar yang lain. “Kunci-kunci ternyata sudah rusak dan kamu tidak menggantinya”, kata orang ketiga.
“Sebentar,” kata Nasrudin, “tentunya, aku bukan satu-satunya orang yang bisa kalian salahkan.”
“Lalu, siapa yang harus kami salahkan kalau bukan engkau?” teriak orang-orang dengan gemas…
“Lho? Kok bukan para pencuri itu?” kata Nasrudin.