Ketinggalan Pesawat

Seperti halnya kereta api, pesawat itu punya kesaktiannya sendiri. Jika kita yang telat maka akan ditinggal, tapi jika pesawatnya yang telat kita susah untuk ninggalin tuh pesawat. Penumpang sudah harus check in dan menunggu 1 jam sebelum berangkat. Beberapa maskapai memang menerapkan city check in atau web check in, tapi tetap aja penumpang tidak boleh telat. Karena telat itu lah saya sering hampir ketinggalan pesawat. Bahkan ada pesawat di Jambi yang mau terbang gak jadi karena saya baru dateng. Tangga dipasang lagi. hehehe. Dan karena telat itu juga saya beberapa kali ketinggalan pesawat beneran. Hehehe.

Pertama, pagi hari saat mau ke Surabaya bersama teman saya H. Lima belas menit sebelum keberangkatan baru nyampe bandara. Wal hasil, check in sudah tutup dan terpaksa mencari tiket lagi dan dapetlah sore. Saya mengisi masa penantian dengan mainin laptop di bandara. Dan temen saya H, malah memilih pulang ke Depok dulu. Bayangkan Cengkareng Depok berapa lama. Ajaibnya,  1 jam sebelum pemberangkatan H sudah muncul. Masak di Depok cuman mau numpang kencing doang? hehehe.

Kedua, saat mau ke Palembang malam hari bersama S. Kami sudah 2 jam sebelum pemberangkatan nyampe bandara. Check in lancar sampai di ruang tunggu. Aman kan? Ternyata tidak. Kami berdua asyik ngobrol sampai tidak tahu ada pengumuman pemberangkatan di pindah ke gate lain. Begitu pas jam pemberangkatannya saya tanya ke petugas dan diberi tahu kalau melalui gate lain. Saat kami sampai ke gate tersebut pesawat sudah terbang. Nah loh. Karena tidak ada penerbangan lagi setelah itu akhirnya kami kleleran semaleman di bandara. hehehe.

Ketiga, pagi hari saat mau ke Jember lewat Surabaya bersama rombongan Pak D. karena saya telat bangunnya (ataukah jemputan pak D yang telat) akhirnya kami tiba di bandara 5 menit sebelum keberangkatan. Tentu saja sudah telat. Akhirnya berkat kebaikan hati Pak D yang bapaknya artis itu mbayarin tiket kami bertiga, kami bisa ke Surabaya pada penerbanyan pesawat lain. hehehe.

Keempat, sore hari dari Jember bersama Pak D tadi. Kami hanya berdua saja. Kami sudah membeli tiket secara online dari Jember untuk penerbangan jam lima sore melalui Denpasar Bali. Kami berangkat dari Jember dan sampai bandara Ngurah Rai jam empat sore, satu jam sebelum pemberangkatan. Aman kan? Oh tidak. Ternyata di Bali itu Waktu Indonesia Tengah dan jam kami Waktu Indonesia Barat. Jam 5 di Bali itu harusnya jam 4 di Jawa. Dan akhirnya ketinggalan pesawat lagi. Pak D akhirnya membelikan lagi tiket malam ke Jakarta.

Semoga tidak ada yang kelima. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *